Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 30 April 2016 - 10:44
Share/Save/Bookmark
Kerajaan Kuwait akan Usir Jutaan Pekerja Asing
Bendera Emirat Kuwait
 
Bendera Emirat Kuwait
 
Islam Times - Dalam empat bulan pertama tahun ini, otoritas kerajaan sudah mendeportasi sekitar 14.400 pekerja asing, dibandingkan dengan 26.600 pada tahun 2015, tambah Alanba.
 
Kerajaan Kuwait terus berusaha mengurangi jumlah pekerja asing yang membengkak di kerajaan itu dengan mendeportasi, tulis surat kabar Kuwait pada Jumat, 29/04/16.

Sebagian pekerja asing itu diusir karena masa izin tinggal mereka habis, tetapi sebagian yang lain dipulangkan karena melanggar lalu lintas, demikian lansir koran Alanba Kuwait.

Dalam empat bulan pertama tahun ini, otoritas kerajaan sudah mendeportasi sekitar 14.400 pekerja asing, dibandingkan dengan 26.600 pada tahun 2015, tambah Alanba.

Para pekerja asing saat ini berjumlah sekitar 70 persen dari 4,3 juta penduduk Kuwait. Pada April 2013, Menteri Tenaga Kerja Kuwait Thekra al-Rashidi mengumumkan rencana untuk mendeportasi sekitar 100.000 pekerja asing setiap tahun dekade berikutnya untuk mengurangi jumlah warga asing yang tinggal di kerajaan itu hingga mencapai satu juta.

Untuk mengurangi pembengkakan jumlah pekerja asing, pemerintah membuat aturan super ketat, bahkan melakukan pelanggaran lalu lintas pun akan dideportasi, termasuk melanggar lampu merah dan mengemudi tanpa lisensi, serta mempersulit pengurusan dokumen untuk izin tinggal.

Alanba mengatakan, sebagian besar mereka yang deportasi dilakukan tanpa proses pengadilan bahkan dengan menggunakan kekuatan yang diberikan kepada para pejabat senior kementerian dalam negeri. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 535941