Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 30 April 2016 - 10:44
Share/Save/Bookmark
Kerajaan Kuwait akan Usir Jutaan Pekerja Asing
Bendera Emirat Kuwait
 
Bendera Emirat Kuwait
 
Islam Times - Dalam empat bulan pertama tahun ini, otoritas kerajaan sudah mendeportasi sekitar 14.400 pekerja asing, dibandingkan dengan 26.600 pada tahun 2015, tambah Alanba.
 
Kerajaan Kuwait terus berusaha mengurangi jumlah pekerja asing yang membengkak di kerajaan itu dengan mendeportasi, tulis surat kabar Kuwait pada Jumat, 29/04/16.

Sebagian pekerja asing itu diusir karena masa izin tinggal mereka habis, tetapi sebagian yang lain dipulangkan karena melanggar lalu lintas, demikian lansir koran Alanba Kuwait.

Dalam empat bulan pertama tahun ini, otoritas kerajaan sudah mendeportasi sekitar 14.400 pekerja asing, dibandingkan dengan 26.600 pada tahun 2015, tambah Alanba.

Para pekerja asing saat ini berjumlah sekitar 70 persen dari 4,3 juta penduduk Kuwait. Pada April 2013, Menteri Tenaga Kerja Kuwait Thekra al-Rashidi mengumumkan rencana untuk mendeportasi sekitar 100.000 pekerja asing setiap tahun dekade berikutnya untuk mengurangi jumlah warga asing yang tinggal di kerajaan itu hingga mencapai satu juta.

Untuk mengurangi pembengkakan jumlah pekerja asing, pemerintah membuat aturan super ketat, bahkan melakukan pelanggaran lalu lintas pun akan dideportasi, termasuk melanggar lampu merah dan mengemudi tanpa lisensi, serta mempersulit pengurusan dokumen untuk izin tinggal.

Alanba mengatakan, sebagian besar mereka yang deportasi dilakukan tanpa proses pengadilan bahkan dengan menggunakan kekuatan yang diberikan kepada para pejabat senior kementerian dalam negeri. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 535941