Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 30 April 2016 - 10:44
Share/Save/Bookmark
Kerajaan Kuwait akan Usir Jutaan Pekerja Asing
Bendera Emirat Kuwait
 
Bendera Emirat Kuwait
 
Islam Times - Dalam empat bulan pertama tahun ini, otoritas kerajaan sudah mendeportasi sekitar 14.400 pekerja asing, dibandingkan dengan 26.600 pada tahun 2015, tambah Alanba.
 
Kerajaan Kuwait terus berusaha mengurangi jumlah pekerja asing yang membengkak di kerajaan itu dengan mendeportasi, tulis surat kabar Kuwait pada Jumat, 29/04/16.

Sebagian pekerja asing itu diusir karena masa izin tinggal mereka habis, tetapi sebagian yang lain dipulangkan karena melanggar lalu lintas, demikian lansir koran Alanba Kuwait.

Dalam empat bulan pertama tahun ini, otoritas kerajaan sudah mendeportasi sekitar 14.400 pekerja asing, dibandingkan dengan 26.600 pada tahun 2015, tambah Alanba.

Para pekerja asing saat ini berjumlah sekitar 70 persen dari 4,3 juta penduduk Kuwait. Pada April 2013, Menteri Tenaga Kerja Kuwait Thekra al-Rashidi mengumumkan rencana untuk mendeportasi sekitar 100.000 pekerja asing setiap tahun dekade berikutnya untuk mengurangi jumlah warga asing yang tinggal di kerajaan itu hingga mencapai satu juta.

Untuk mengurangi pembengkakan jumlah pekerja asing, pemerintah membuat aturan super ketat, bahkan melakukan pelanggaran lalu lintas pun akan dideportasi, termasuk melanggar lampu merah dan mengemudi tanpa lisensi, serta mempersulit pengurusan dokumen untuk izin tinggal.

Alanba mengatakan, sebagian besar mereka yang deportasi dilakukan tanpa proses pengadilan bahkan dengan menggunakan kekuatan yang diberikan kepada para pejabat senior kementerian dalam negeri. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 535941